» Solo Gue » InfoSolo » Contact » About
 
 
sologue
Generated by PureCSSMenu.com
 
Tentang Sologue
 
Untitled Document

Latar Belakang
Surakarta yang lebih dikenal Solo, sudah beratus-ratus tahun usianya dan hingga kini perkembangan kota Solo sudah makin nampak dengan pesatnya. Kota Solo yang terletak di tengah-tengah pulau Jawa tepatnya di Provinsi Jawa Tengah dan lokasinyapun sangat strategis, diantara WonoKarSuBoSraTen (Kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Boyolali, Sukoharjo, Sragen dan Klaten) dan kota Solo terdapat di sekeliling enam Kabupaten.
Terdapat dua kerajaan yang memliki dua keraton besar dengan turun temurun memiliki kualitas yang tidak kalah pentingnya untuk menjadi tonggak pariwisata kota Solo dan menjadi kekuatan bersejarah berdirinya kota Solo itu sendiri. Berbagai bahasa dan ulasan tentang kota Solo mulai dari sebelum berdirinya kota Solo, hingga sekarang yang memiliki berbagai budaya yang dunai juga mengakuinya yaitu Kota Budaya Batik dan kemajuan ekonomi kota Solo yang semakin melonjak naik dengan pesatnya, dan akhirnya rencana, program maupun visi misi dari kota Solo sendiri menjadi semangat dan sikap optimis menuju kota yang maju di pulau Jawa.
Kota Solo dengan semboyannya “SOLO - Spirit of Java” menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, wisatawan domestic dan asing. Dengan adanya ketertarikan tersebut, maka kota Solo-pun dari masyarakat baik local maupun dari luar Solo sering meliput perkembangan kota Solo, mulai dari pemerintahan, politik, budaya, ekonomi, pendidikan hingga gaya hidup (lifestyle) dari masyarakat Solo sendiri. Berbagai karakter dan jenjang social yang dimiliki dalam kota Solo juga dapat dilihat dan dirasakan dikarenakan dari sector perbedaan masing-masing dari masyarakat Solo sendiri.

Kenapa diberi nama SOLO gue?
Bahasa Jawa ada tiga tingkatan mulai dari Krama Alus (masih sering dipakai untuk percakapan di Keraton maupun penyambutan pada saat pernikahan Adat Jawa), Krama Hinggil (terkadang dipakai untuk membedakan usia – anak bicara kepada orangtua), Ngoko (sering dipakai sesama usia di masyarakat umum). Dari tiga tingkatan bahasa itu, masyarakat Solo secara turun temurun dari keturunan Kerajaan maupun masyarakat sipil sendiri secara lama kelamaan seakan menganggap sulit dan susah dikarenakan bahasa asing mulai masuk, apalagi bahasa gaul yang terkontaminasi atau tercampur dari bahasa asing dan bahasa-bahasa yang dianggap mudah diucapkan dan dipahami.
Solo gue juga bisa dibilang bahasa gaul, karena nama kota yang diakhiri dengan kata milik gue (artinya: saya) namun bukan masalah yang dipakai bahasa yang salah kaprah, akantetapi bahasa ini juga dapat dimanipulasi huruf dari G – U – E

  • G untuk Government artinya pemerintah kota Solo yang berseri demi langsungnya pelestarian alam penghijauan kota (Green) yang nyata dan memiliki sikap memberi masing-masing bagi kemajuan kota secara ikhlas (Giving) mulai kepada sejak dini;
  • U untuk Unique artinya satu dengan yang lainnya berbeda tapi saling melengkapi, dipakai untuk Budaya Solo yang unik, supaya dilestarikan dan dijaga bersama-sama (Unity) untuk menjadi daya tarik semua kalangan baik masyarakat Solo maupun pendatang (Urban);
  • E untuk Enjoy artinya menikmati apa yang sudah ada di kota Solo, menjadi pelajaran (Education) tersendiri bagi anak-anak yang diberikan pengetahuan dari orang tua maupun lingkungan masyarakat Solo supaya menjadi wacana masa depan yang lebih baik (Evaluation).

Sasaran dan Target Sologue

  • Sologue dibuat bermaksud merangkul dan mengajak semua kalangan dan bersifat terbuka untuk pelajar, mahasiswa, pegawai sipil maupun swasta, pemilik usaha, instansi dan pemerintah kota untuk dapat berpartisipasi memberikan informasi tentang kota Solo, yang pernah dialami sebagai warga kota Solo mulai dari kecil dan sekarang menjadi warga Solo yang telah dewasa serta bangga menjadi warga Solo untuk serterusnya. Bukan kepentingan pribadi semata, semua kembali pada warga Solo dan lebih dari itu informasi yang bersifat mendidik akan diberikan dan memberikan kontribusi bagi masyarakat luas hingga ke seluruh dunia.

Disediakan pula ruang promosi bagi usaha yang berada di wilayah Solo dan sekitarnya, tidak menutup kemungkinan promosi berasal dari luar kota Solo, diharapkan ruang usaha dapat membuka peluang menambah pendapatan bagi usaha dan terlebih usaha dapat lebih dikenal public hingga seluruh dunia. Kota Solo telah dikenal dunia dari struktur budaya batik, maka dengan membuka usaha selain batik di kota Solo juga tidak kalah dikenal melalui jalan memberikan partisipasi promosi usaha di website sologue.com; kepastian beriklan di sologue.com tidak terbatas area penyebarannya hingga seluruh dunia dan perbandingan responsive terhadap promosi di internet dengan pasang promosi di media cetak atau elektronik sangat berbeda dilihat dari segi penyebaran, dikenal lebih cepat, timbal balik (respons), pendapatan,

Sologue memberikan makna serta wawasan yang lebih dan mengangkat sisi lain berbagai budaya, pengalaman, ide kreatif yang berasal dari kota Solo. Informasi yang nyata serta murni bahasa dari warga Solo akan memberikan keunikan yang mencolok dengan perasaan yang bangga akan kota Solo hingga sedemikian tidak terkatakan. Tidak ada kata untuk meninggalkan kota Solo, walaupun jauh di luar kota Solo akantetapi perasaan dan hati masih melekat pada warga asli Solo.