» Solo Gue » InfoSolo » Contact » Help » Login 
 
 
sologue
Generated by PureCSSMenu.com
     
Berita
  14/04/2010
KANKER SERVIKS – PERLAHAN MENGGEROGOTI TANPA DISADARI

  14/04/2010
SAY NO TO HEPATITIS B – BERIKAN PERHATIAN PADA HATI ANDA…!!!

  25/06/2010
Buah dan Sayur untuk Kesehatan Kulit



Promo 300 x 60
Detail Informasi
  14/04/2010
KANKER SERVIKS – PERLAHAN MENGGEROGOTI TANPA DISADARI
 
     
 

Setiap wanita yang telah melakukan hubungan seksual atau telah aktif secara seksual, beresiko untuk mengidap kanker leher rahim. Lakukan skrining kanker leher rahim untuk penanganan lebih dini, dan tingkat kesembuhan yang lebih besar.

Tahukah Anda?

Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru di dunia setiap tahun (Report of WHO Consultation, 2002). Sekitar 99,7% kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV.

Bagaimana Mendeteksi Kanker Leher Rahim?

Kanker leher rahim dapat diketahui melalui skrining kanker leher rahim yang terdiri dari:
• Pap Smear,
Pap Smear adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahim dimana sample diambil melalui liang vagina. Ada dua macam Pap Smear:
- Pap Smear Konvensional.
- Sitologi serviks berbasis cairan.
Sitologi serviks berbasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Pada metode ini, sample dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau factor pengganggu lainnya, sebelum dilihat di bawah mikroskop lebih jelas dan akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah dideteksi.
• HPV DNA,
HPV DNA adalah pemeriksaan molecular yang langsung, bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari serviks. Infeksi HPV jenis resiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim.

Pemeriksaan Laboratorium sangat penting karena penyakit kanker leher rahim biasanya tidak diawali gejala-gejala khusus, yang biasanya mengalami stadium awal. Baru saat keganasan menyebar luas (stadium invasi), penderitanya mengeluh pendarahan dari vagina, nyeri saat senggama dan nyeri saat berkemih; padahal pada saat itu, tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil.

Kapan Skrining Kanker Leher Rahim Dilakukan?

- Jika Anda berusia kurang dari 21 tahun; Skrining dengan Pap Smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.
- Jika Anda berusia 21 tahun hingga 30 tahun; Skrining dengan pemeriksaan Pap Smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.
- Jika Anda berusia diatas 30 tahun; Pemeriksaan Pap Smear dan HPV DNA secara berkala. Wanita usia di atas 30 tahun yang telah aktif secara seksual beresiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap. Infeksi HPV yang menetap berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim.

Skrining Kanker Leher Rahim pada Kondisi Khusus.

A. Wanita yang telah diangkat rahimnya;
- Masih Perlu, jika sebelumnya rahim diangkat:
o Pasien mempunyai hasil Pap Smear HSIL.
o Pasien mempunyai riwayat CIN 2//3.
o Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan sitologi serviks.
- Tidak Perlu, jika pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat pemeriksaan Pap Smear maupun HPV DNA abnormal.
B. Pasca Vaksinansi.
Skrining kanker seviks secara rutin tetap diperlukan oleh wanita yang sudah divaksinasi karena:
- Vaksin tersedia saat ini memberikan perlindungan terhadap ke-13 jenis HPV tipe resiko tinggi, tetapi hanya tipe 16 dan 18.
- Perlindungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap.
- Pada pasien yang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18 maka vaksin tidak memberikan perlindungan sempurna.

Persiapan Sebelum Melakukan Pap Smear.

- Pastikan Anda tidak sedang menstruasi. Waktu pemeriksaan yang lebih baik adalah dua minggu setelah hari pertama menstruasi.
- Berikan informasi yang jujur mengenai riwayat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual apabila pernah Anda derita.
- Hubungan yang intim tidak bolah dilakukan dalam tiga hari sebelum pemeriksaan dilakukan.
- Pembilasan vagina dengan berbagai macam cairan kimia tidak boleh dilakukan dalam 24 jam sebelum pemeriksaan.
- Hindari obat-obatan yang dimasukkan ke dalam vagina dalam 48 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
- Bila Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, informasikan kepada dokter atau petugas laboratorium karena berbagai jenis obat dapat mempengaruhi hasil analisis sel.

Apakah Kanker Leher Rahim Dapat Disembuhkan?

Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, asalkan diketahui pada stadium dini.

Tingkat Kesembuhan berdasarkan Stadium Kanker Rahim

Stadium Tingkat Kesembuhan Stadium IA 100 % Stadium IB 83 % - 90 % Stadium IIA 68 % - 83 % Stadium IIB 62 % - 68 % Stadium III 33 % - 48 % Stadium IV 14 %

Segera Lakukan Pemeriksaan:

Sayangi keluarga Anda, supaya Generasi Muda khususnya warga Solo terjaga kesehatannya mulai sejak dini. Lakukan Pap Smear dan HPV DNA secara berkala untuk deteksi dini Kanker Leher Rahim.


Sumber info kesehatan: Prodia – Laboratorium Klinik (flier)
 
     
  Tuliskan sebuah komentar  
 
Nama :
Email :
Komentar :