» Solo Gue » InfoSolo » Contact » About
 
 
sologue
Generated by PureCSSMenu.com
     
Artikel
  01/01/2010
KERATON KASUNANAN SURAKARTA

  0101/2010
PURA MANGKUNEGARAN - SOLO

  01/05/2010
Visi Misi Kota Surakarta



Promo 300 x 60
Detail Informasi
  0101/2010
PURA MANGKUNEGARAN - SOLO
 
     
 

(Indonesian) Pura Mangkunegaran dibangun pada tahun 1757 oleh Raden Mas Said yang lebih dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa, setelah penandatangan Perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret yang kemudian Raden Mas Said menjadi Pangeran Mangkoe Nagoro I. Istana Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama, yaitu Pendopo dan Dalem, yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja. Keunikan yang mejadi daya tarik yakni keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat atau utuh.

(English) Pura Mangkunegaran was built by Raden Mas Said, known as Pangeran Samber Nyawa. It was built right after assignment of the Agreement of Salatiga, on Mardh 13th, 1757. Where Raden Mas Sais was then crowned as Pangeran Mangkoe Nagoro I. The Mangkunegaran Palace is divided into two main building, named Pendopo and Dalem. The most interesting thing from the Palace is that it is made of whole teak wood.

PENDOPO (Indonesian)Pendopo adalah Joglo dengan empat saka guru (tiang utama) yang digunakan untuk resepsi dan pementasan tari Tradisional Jawa. Terdapat seperangkat gamelan yang bernama Kyai Kanyut Mesem. Gamelan yang sebagian besar masih lengkap ini dimainkan pada hari-hari tertentu untuk mengiringi latihan tarian tradisional.

(English) Pendopo is a Joglo building supported by four main pillars. It is used to held the ceremonies and to perform traditional Javanese dance. There is a set of gamelan or traditional music instrument, called Kyai Kanyut Mesem to be played only to accompany traditional dance held on certain occasions.

DALEM (Indonesian) Di dalam Dalem terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Di dalam Pringgitan, ada beberapa lukisan karya Basuki Abdullah, pelukis yang juga berasal dari kota Solo. Dalem juga memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi; dimana terdapat koleksi topeng-topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kitab-kitab kuno dari jaman Majapahit dan Mataram, koleksi berbagai perhiasan emas dan koleksi beberapa potret Mangkunegoro. Pura Mangkunegaran juga memiliki perpustakaan yang diberi nama Rekso Pustoko.

(English) There is a room called Pringgitan in Dalem building. It is a place where the royal family receives special companies like functionaries. Leather puppet sometimes is also performed in Pringgitan. There are some paintings by Basuki Abdullah, a famous artist from Solo, exposed to decorate Dalem Pringgitan. Some collection of the ancestor treasures that have aesthetic and historical values are also kept in it. There are collection of traditional mask gathered from Majapahit and Mataram periods, golden ornament, and some portraits of Mangkunegoro Princess. The Palace of Mangkunegaran also has a library called Rekso Pustoko.

• Pura Mangkunegaran dibuka untuk umum (Pura Mangkunegaran is open for public)
Setiap hari (Everyday) : Pk. 09.00 – 14.00 WIB
Jumat (on Friday) : Pk. 09.00 – 12.00 WIB
Minggu (on Sunday) : Pk. 09.00 – 14.00 WIB
• Pengunjung dapat memperoleh berbagai souvenir dan cinderamata di Pare Anom art shop (The visitors can buy souvenirs and art works at Pare Anom art shop)
 
     
  Tuliskan sebuah komentar  
 
Nama :
Email :
Komentar :